Jumat, 14 September 2018

Uji Millon Untuk Menentukan Asam Amino Tirosin pada Protein

Reaksi Kimia Uji Millon Untuk Menentukan Asam Amino Tirosin pada Protein

Uji millon dilakukan untuk menentukan terdapatnya asam amino tirosin pada larutan protein, jika hasil positif maka akan terbentuk endapan putih yang dapat berubah jadi kemerah-merahan dengan adanya pemanasan (Nurlely, et al.,  2014). Tirosin adalah salah satu jenis asam amino yang termasuk non esensial karena dapat dibuat dalam tubuh dengan memanfaatkan asam amino fenilalanin. Tirosin dapat ditemukan dalam almond,  kedelai, keju, kacang-kacangan, biji-bijian, daging sapi, daging domba, ayam, ikan, telur, susu, kacang-kacangan, dan biji-bijian (Isahi, 2015).


Sumber:
Isahi, Dosso Sang. 2012. “Daftar Lengkap Asam Amino dan Asam Amino Non Essensial.” [online]
http://biologimediacentre.com/daftar-lengkap-asam-amino-esensial-dan-non-esensial/. Diakses pada 19 September 2017 pukul 20.00 WIB.
Nurlely, Muslimah, Liling Triyasmono. 2014. “Pengujian Daya Cerna Protein Ikan Haruan (Channa striata) Asal Kota Banjarmasin”. Jurnal Pharmascience, 2(1):76-80.

Uji Kelarutan Minyak/Lemak pada Pelarut Polar dan Nonpolar

Uji kelarutan minyak/lemak dilakukan untuk menentukan kelarutan minyak/lemak pada larutan yang ditentukan. Lemak merupakan senyawa non polar  sehingga hanya dapat larut dalam pelarut nonpolar. Lemak larut sempurna dalam pelarut  eter, kloroform, dan benzena yang merupakan pelarut non polar, lemak tidak larut dalam pelarut akuades dan HCL yang merupakan pelarut polar, serta lemak membentuk emulsi pada pelarut Na2CO3, dan alkohol 96% yang memiliki kepolaran yang sama kuat. 

Uji Iodin Untuk Menentukan Polisakarida pada Karbohidrat

Untuk menentukan polisakarida pada molekul karbohidrat dilakukan uji iodin. Pati yang berikatan dengan (I2) akan menghasilkan warna biru. Sifat ini dapat digunakan untuk menganalisis adanya pati. Hal ini disebabkan oleh struktur molekul iodin, poliakarida akan membentuk reaksi dengan iodin dan memberikan warna spesifik tergantung jenis karbohidratnya (Winarno, 2004 dalam Septorini 2008).   Penambahan iodium pada suatu polisakarida akan menyababkan terbentuknya kompleks adsorpsi berwarna spesifik. Warna biru yang dihasilkan diperkirakan adalah hasil dari ikatan kompleks antara amilum dengan iodin. Di dalam amilum sendiri terdiri dari dua macam amilum yaitu amilosa yang tidak larut dalam air dingin dan amilopektin yang larut dalam air dingin. Ketika amilum dilarutkan dalam air, amilosa akan membentuk micelles dengan struktur helix yaitu molekul-molekul yang bergerombol dan tidak kasat mata karena hanya pada tingkat molekuler.Micelles ini dapat mengikat I2 yang terkandung dalam reagen iodium dan memberikan warna biru khas pada larutan yang diuji (Tika, 2016).




Sumber:
Septorini, Ragil. 2008. “Perbedaan Kadar Glukosa Pada Onggok yang Dihidrolisis denganAsam Klorida, Asam Sulfat, dan Asam Oksalat.” Program Studi DIII Analisis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang.
Tika, I Nyoman dan Pradnyatika. “Isolasi Karbohidrat dari Tepung Beras”. Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNDIKSHA.

Uji Tollen’s Untuk Menentukan Gugus Aldehid/Keton pada Karbohidrat

Untuk menentukan gugus aldehid atau keton pada molekul karbohidrat dilakukan uji Tollen’s. Pereaksi Tollen’s terdiri atas campuran larutan AgNO3 dan larutan NH3. Pereaksi Tollen’s merupakan kompleks ion Ag+ dan amonia sehingga dalam persamaan reaksinya cukup ditulis Ag2O. Senyawa aldehid dengan pereaksi Tollen’s dapat membentuk cermin perak yang merupakan endapan Ag (Haq, 2015). Aldehid mereduksi ion diamminperak(I) menjadi logam perak. Karena larutan bersifat basa, maka aldehid dengan sendirinya dioksidasi menjadi sebuah garam dari asam karboksilat yang sesuai. (Jannah, 2013).


Sumber:

Jannah, Risqiyatul. 2013. “Uji Tollen untuk Aldehid dan Keton”. Kementrian dan Pendidikan Kebudayaan Universitas Jenderal Soedirman Fakultas Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Program Studi dan Teknologi Pangan Purwokerto.

Uji Benedict Untuk Menentukan Gula Pereduksi pada Karbohidrat

Untuk menentukan gula pereduksi pada molekul karbohidrat dilakukan uji benedict. Gula pereduksi merupakan golongan gula (karbohidrat) yang dapat mereduksi senyawa-senyawa penerima elektron, contohnya adalah glukosa dan fruktosa (Sumarni, 2013). Untuk mendeteksi adanya gula pereduksi dalam suatu sampel, uji yang dilakukan adalah uji benedict, Jika positif mengandung gula pereduksi larutan pengujian benedict tersebut akan memberikan warna merah bata setelah dipanaskan di atas penangas. Larutan benedict dibuat dengan melarutkan natrium sitrat (Na3C6H5O7. 11H2O) dan zat anhidrous. Melarutkan CuSO4 hidrat ke dalam air dan memasukkannya perlahan-lahan ke dalam larutan sitrat. Jika dalam cuplikan tidak terdapat gula pereduksi, maka larutan jernih. Jika terdapat gula pereduksi, maka akan terbentuk endapan Cu2O yang berwarna merah bata. (Suja, 2002 dalam Tika, 2016).


Sumber:

Sumarni. 2015. “Bioogi Pangan: Uji Kualitatif Karbohidrat”. Program Studi dan Teknologi Pangan Jurusan Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari.
Tika, I Nyoman dan Pradnyatika. “Isolasi Karbohidrat dari Tepung Beras”. Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNDIKSHA.

Uji Fehling Untuk Menentukan Gugus Aldehid pada Karbohidrat

Untuk menentukan gugus aldehid pada molekul karbohidrat dilakukan uji fehling. Aldehid merupakan senyawa karbon yang mengandung gugus karbonil yang mengikat satu atau dua atom hidrogen (Haq, 2015). .Uji Fehling digunakan untuk menunjukan adanya gugus aldehid karena Aldehid dapat bereaksi dengan pereaksi Fehling menghasilkan endapan Cu2O yang berwarna merah bata. Pada praktikum ini digunakan dua larutan fehling yang berbeda, larutan fehling A dibuat dengan melarutkan kristal Cu (II) sulfat ke dalam air yang mengandung beberapa tetes asam sulfat encer dan larutan Fehling B dibuat dengan melarutkan NaOH dan natrium kalium tartarat (garam Rochelle) ke dalam air. Pereaksi Fehling digunakan dengan mencampurkan Fehling A dan B dengan volume yang sama. Jika terdapat gugus aldehid pada cuplikan maka warna biru dari pereaksi Fehling akan hilang dan endapan merah bata atau kuning dari Cu2O akan terbentuk (Suja, 2002 dalam Tika, 2016).


Sumber:
Tika, I Nyoman dan Pradnyatika. “Isolasi Karbohidrat dari Tepung Beras”. Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNDIKSHA.

Pereaksi FeCl3 Untuk Menguji Kandungan Tanin

Untuk menentukan suatu larutan mengandung tanin pada uji biokimiawi digunakan pereaksi FeCl3 . Tanin akan bereaksi dengan garam Besi (III). Larutan sampel akan memberikan warna intesif merah, biru, unggu atau hijau, dari kompleks triaryloksi yang menandakan adanya senyawa fenol dalam sampel tersebut (Malangngi, 2012).


Sumber:

Malangngi, Liberty P., Meiske S. Sangi,  Jessy J. E. Paendong. 2012. “Penentuan Kandungan Tanin dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill). Jurnal MIPA Unstrat Online, 1(1): 5-10.

Pendanaan Sumber Internal dan Eksternal Berikut Contohnya.

Dalam melakukan investasi, perusahaan seringkali membutuhkan tambahan dana yang cukup besar, baik yang bersumber dari internal, maupun ekst...