Tampilkan postingan dengan label Creative Design. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Creative Design. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Januari 2019

Metode evaluasi dalam wawancara dan pengamatan

Jelaskan metode evaluasi dalam wawancara dan pengamatan!
Metode evaluasi dalam wawancara bertujuan mengevaluasi kepribadian dan keterampilan komunikasi, untuk memverifikasi informasi dan uji pengetahuan dan untuk mencari informasi tambahan
Metode evaluasi dalam pengamatan bertujuan untuk mengevaluasi kepribadian dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan.Contoh: "Role-playing," penyaksian audit, kinerja selama magang
Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

Prosedur program audit

Jelaskan prosedur  program audit!
Prosedur program audit, diantaranya:
  1. Perencanaan dan penjadwalan audit;
  2. Pemastian kompetensi auditor dan ketua tim audit;
  3. Pemilihan tim audit yang sesuai dan penetapan tugas dan tanggung jawabnya;
  4. Pelaksanaan audit;
  5. Pelaksanaan tindak lanjut audit, bila diperlukan;
  6. Pemeliharaan rekaman program audit;
  7. Pemantauan kinerja dan keefektifan program audit
  8. Pelaporan kepada manajemen puncak tentang keseluruhan pencapaian
  9. program audit.
Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

Tujuan program audit

 Jelaskan tujuan program audit
Tujuan program audit, diantaranya:
  1. Memenuhi persyaratan sertifikasi standar sistem manajemen
  2. Melaksanakan verifikasi kesesuaian dengan persyaratan kontrak
  3. Memperoleh dan memelihara kepercayaan terhadap kemampuan pemasok
  4. Memberikan masukan bagi peningkatan sistem manajemen
 Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

Lima tahap proses auditing

Lima tahap proses auditing, diantaranya:
  1. Penjadwalan dan pengenalan audit. Menentukan tujuan , menentukan ruang lingkup, menentukan suber daya yang diperlukan, menyusun otoritas, mengidentifikasi standar kinerja, berhubungan dengan pihak yang diaudit, mengembangkan ceklist, meninjau kinerja, dan mengembangkan pemahaman awal sistem.
  2. Penyiapan perencanaan audit, digunakan untuk menjamin bahwa proses auditing efektif, efisien, relavan, kredibel atau dapat dipercaya, dan akurat. Proses kedua ini meliputi lingkup audit, jadwal waktu audit, anggota tim audit, standar kinerja yang diterapkan dalam audit.
  3. Penerapan rencana audit, plaksanaan atau rencana audit, diungkapkan sasaran kuantitatif dan kualitatif melalui wawancara, peninjau dokumen, dan observasi terhadap kegiatan dan kondisi lingkungan.
  4. Analisis dan pelaporan. Laporan audit harus dilaporkan segera setelah auditing selesai. Auditreporting tersebut harus jelas, singkat, objektif, cepat, dan merangkum fakta yang nyata. Hasil dan kesimpulan harus didukung dengan bukti yang cukup, reliable, dan adil. Pihak yang diaudit harus bertanggung jawab menentukan, mengenalkan, dan menerapkan tindakan korektif. Tindakan korektif harus dilakukan, penyebab kesalahan harus ditemukan dan dilaporkan pada manajer.
  5. Mengadakan tindak lanjut dan perbaikan. Followup atau tindak lanjut hasil audit yang telah diperoleh. Tahap ini bertujuan untuk menjamin keefektifan audit yang menjamin bahwa tindakan korektif telah diterapkan dan untuk mendukung ketetapan merespon terhadap temuan audit sebagai bagian dari tanggung jawab pihak yang diaudit.
Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

3 perspektif audit kualitas

Jelaskan 3 perspektif audit kualitas!
Terdapat tiga perspektif audit kualitas, diantaranya:
  1. First party audit atau audit internal atau self audit dilakukan oleh orang yang di tugaskan yang ada dalam organisasi untuk memeriksa apakah elemen sistem kualitas, prosedur atau intruksi kerja memenuhi perencanaan yang disusun dan menentukan keefektifan sistem. Dalam first party audit manajemen bersama dengan auditor kualitas harus menentukan manakah elemen sistem kualitas, prosedur, atau intruksi kerja yang diaudit, dan kapan audit dilaksanakan. Dalam kenyataannya, lingkup audit, dan harus di putuskan secara bersama - sama oleh auditor dan yang di audit.
  2. Second party audit atau audit eksternal merupakan audit yang dilakukan oleh atau atas nama organisasi pembeli, termasuk pembeli produk atau jasa oleh satu organisasi atau perusahaan lain dalam kelompok yang sama, seperti anak cabang korporasi yang sama.
  3. Third party atau audit ekstrinsik, merupakan audit yang dilakukan oleh badan sertifikasi independen atau organisasi yang hampir sama. Meskipun ketiga tipe audit ini berbeda namun tujuan di lakukannya dan metode dasar proses audit adalah sama.
Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

Langkah menyusun histogram menurut Mitra dan Besterfield

Jelaskan langkah menyusun histogram menurut Mitra dan Besterfield!
Menurut Mitra (1993) dan Besterfield (1998), langkah penyusunan histrogram adalah
  1. Menentukan batas - batas observasi, misalnya perbedaan antara nilai terbesar dan terkecil.
  2. Memilih kelas - kelas atau sel - sel. Biasanya, dalam menentukan banyaknya kelas, apabila n menunjukkan banyaknya data maka banyaknya kelas di tunjukkan dengan Vn.
  3. Menentukan batas - batas kelas. Tentukan banyaknya observasi pada masing - masing kelas dan yakinkan bahwa kelas - kelas tersebut tidak saling tumpang tindih.
  4. Menentukan lebar kelas - kelas tersebut. Biasanya semua kelas mempunyai lebar yang sama lebar.
  5. Menggambarkan frekuensi histrogram dan menyusun diagram batangnya.
Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

Kelebihan dan kelemahan brainstorming

Apa kelebihan dan kelemahan  brainstorming!
  • Kelebihan brainstorming, antara lain:
  1. Ide yang muncul lebih banyak dan beragam karena siswa dengan bebas menyalurkan ide tersebut tanpa adanya kritik.
  2. Siswa berpikir untuk menyatakan pendapat karena kreatifitas tidak dibatasi.
  3. Dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.
  • Kelemahan brainstorming, antara lain:
  1. Memerlukan waktu yang cukup lama dalam pelaksanaannya.
  2. Lebih didominasi oleh siswa pandai dan aktif, sementara siswa yang kurang pandai dan kurang aktif akan tertinggal.
  3. Guru tidak pernah merumuskan suatu kesimpulan karena siswalah yang bertugas untuk merumuskan kesimpulan itu.

Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

Teknik dan alat pengendalian kualitas menggunakan data verbal atau data kualitatif

Jelaskan teknik dan alat pengendalian kualitas menggunakan data verbal atau data kualitatif!
Teknik  dan alat pengendalian kualitas menggunakan data verbal atau data kualitatif, antara lain:
  1. Flowchart adalah gambaran skematik atau diagram yang menunjukkan seluruh langkah dalam suatu proses serta bagaimana langkah itu saling berinteraksi satu sama lain. Flowchart digambarkan dengan simbol-simbol, dimana setiap orang yang bertanggung jawab untuk memperbaiki suatu proses harus mengetahui seluruh langkah dalam proses tersebut. Pada suatu organisasi atau perusahaan flowchart meliputi seluruh aliran dalam proses produksi atau penyampaian pelayanan/jasa, baik yang dilakukan oleh staf intern atau disebut dengan pelanggan dan konsumen internal atau oleh staf kepada pelanggan dan konsumen eksternal atau akhir.
  2. Brainstorming adalah cara untuk memacu pemikiran kreatif guna mengumpulkan ide-ide dari suatu kelompok dalam waktu yang relatif singkat. Ide-ide yang dihasilkan dalam brainstorming bukan merupakan keputusan final/akhir tetapi masih diperlukan analisis lanjutan untuk menghasilkan keputusan yang optimum. Alat yang digunakan dalam brainstorming antara lain cause and effect diagram, affinity diagram, dan tree diagram.
  3. Cause and Effect Diagram dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa pada tahun 1943, sehingga sering disebut diagram Ishikawa. Diagram sebab-akibat digambarkan garis dan simbol-simbol yang menunjukkan hubungan antara akibat dan penyebab suatu masalah atau kejadian dan selanjutnya diambil tindakan perbaikan. Dengan kata lain akibat merupakan basil sedangkan penyebab adalah sumber. Pada suatu proses produksi, penyebab masalah dapat berasal dari berbagai sumber utama, misalnya metode kerja, bahan, pengukuran, karyawan, lingkungan
  4. Affinity Diagram dikembangkan oleh Jiro Kawakita pada tahun 1950-an. Diagram ini merupakan bentuk pengorganisasian informasi yang didapat dari proses brainstorming agar lebih mudah dipahami Affinity diagram sangat berguna untuk menyaring data yang berjumlah besar dan menciptakan pola pikir baru. Seperti brainstorming, dalam PDCA cycle affinity diagram digunakan terutama pada tahap rencana (plan). 
  5. Tree Diagram merupakan alat yang digunakan untuk menghubungkan tujuan yang harus ditempuh dengan tugas yang harus dilaksanakan dalam mencapai tujuan tersebut. Diagram pohon digunakan untuk dapat mengetahui apa yang diinginkan pelanggan dari jasa atau program yang ditawarkan. Tree diagram sering kali digunakan untuk menterjemahkan hasil dari affinity diagram atau cause and effect diagram. dalam upaya merumusan permasalahan yang belum jelas ke dalam karakteristik yang sifatnya operasional
Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

Perbedaan ISO 9000 dan TQM

Jelaskan perbedaan ISO 9000 dan TQM !
ISO 9001 - Quality Management Systems ditujukan untuk digunakan di organisasi manapun yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan/atau melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun,sedangkan Total Quality Management (TQM) dan ISO 9000 series merupakan praktik terbaik dan standar dalam kegiatan operasi perusahaan untuk menciptakan produk yang berkualitas, dengan melibatkan seluruh komponen organisasi guna memenuhi kepuasan pelanggan.


Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

Manfaat internal ISO 9000 : 2000

Jelaskan manfaat internal ISO 9000 : 2000!
Manfaat internal ISO 9000 : 2000, antara lain:
  1. dokumentasi lebih baik dan instruksi kerja untuk pengendalian lebih baik, sehingga mengurangi biaya dan pengendalian menjadi lebih baik,
  2. meningkatkan kesadaran kualitas dalam organisasi lebih baik,
  3. meningkatkan produktivitas karyawan, sistematisasi, pengendalian kualitas yang lebih baik, memperbaiki audit internal,
  4. Memotivasi karyawan,
  5. adanya kejelasan otoritas dan tanggung jawab,
  6. memperbaiki system inspeksi dan system audit,
  7. pengurangan manufacturing lead time,
  8. menyatukan departemen atau system yang berbeda,
  9. mengurangi tingkat kesalahan pemberian pelayanan atau cacat produk,
  10. mengurangi biaya operasi dan biaya kualitas.
Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

Manfaat penerapan ISO 9000 dari perspektif pertumbuhan dan pengembangan perusahaan

Jelaskan manfaat penerapan ISO 9000 dari perspektif pertumbuhan dan pengembangan perusahaan!
Manfaat penerapan ISO 9000, antara lain:
  1. Sebagai sarana pemasaran.
  2. Dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan melalui sistematika dan pendekatan yang terorganisir pada pemastian kualitas.
  3. Dapat meningkatkan citra dan daya saing perusahaan.
  4. Dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk atau jasa dengan memenuhi persyaratan pembeli melalui kerja sama dan komunikasi yang lebih baik, penguatan pengendalian bisnis dan proses teknis, penurunan pemborosan karena kualitas kerja yang buruk.
  5. Dapat memberikan pelatihan yang sistematis kepada staf melalui prosedur dan intruksi yang baik.
  6. Mengantisipasi tuntutan konsumen atas produk dan tingkat persaingan usaha yang telah mengalami evolusi sehingga produsen menanggapinya melalui pendekatan kualitas, pengendalian kualitas, pemastian kualitas, manajemen kualitas, dan manajemen kualitas terpadu (TQM).
  7. Sebagai fondasi yang mantap untuk pengembangan kualitas selanjutnya menuju manajemen kualitas terpadu
Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

Jelaskan perbandingan elemen ISO 9001, ISO 9002 dan ISO 9003

Jelaskan perbandingan elemen ISO 9001, ISO 9002 dan ISO 9003!
ISO 9000-1 merupakan standar manajemen kualits dan penjaminan kualitas yang memberikan panduan untuk pemilihan dan pemakaian keluarga ISO 9000 atas manajemen kualitas dan penjaminan kualitas. Sedangkan, ISO 9000-2 merupakan standar manajemen kualitas dan penjaminan kualitas yang memberikan panduan generik bagi aplikasi ISO 9001, ISO 9002, dan ISO  9003. ISO 9000-2 juga memuat klAusul-klausul yang termasuk dalam ISO 9001, ISO 9002, dan ISO 9003 serta panduan untuk setiap klausul. Selain itu, ISO 9000-3 merupakan standar manajemen kualitas dan penjaminan kualitas yang memberikan panduan untuk aplikasi ISO 9001 dalam mengembangkan, memasok, dan memelihara perangkat lunak (software).


Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu . (2011), Manajemen Kualitas, Universitas Terbuka

Elemen sistem kualitas mengenai ISO 9004

Jelaskan elemen sistem kualitas mengenai ISO 9004 !
Elemen-elemen manajemen kualitas dan sistem kualitas-pemandu/pedoman. Model ini memberikan pengertian atau wawasan mengenai berbagai elemen yang termasuk dalam sistem kualitas dan juga struktur yang diharapkan dalam sistem tersebut. IS0 9004 berisi pemandu dalam hal-hal yang berkaitan dengan faktor teknis,administratif, dan sumber daya manusia yang dapat mempengaruhi kualitas produk dan jasa.

Sumber: Ariani, Dorothea Wahyu. (2014). Manajemen Kualitas (Edisi 1). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Manfaat sistem manajemen lingkungan menurut Gaspers (2001)

Jelaskan manfaat sistem manajemen lingkungan menurut Gaspers (2001)!
Manfaat sistem manajemen lingkungan menurut Gaspers (2001), yaitu :
  1. Kesesuaian dengan peraturan-peraturan (conformance to regulations).
  2. Kesesuaian dengan kebutuhan dan persyaratan pelanggan (conformance to customer requirements).
  3. Memiliki keunggulan dalam pemasaran, karena perusahaan mampu menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga menarik simpati pasar dan pelanggan.
  4. Penggunaan sumber daya menjadi lebih baik, karena sistem manajemen lingungan yang baik juga merupakan sistem konservasi yang baik, terutama konservasi sumber-sumber daya.
  5. Penurunan dalam biaya operasional perusahaan, sebagai konsekuensi sistem konservasi sumber daya yang bertambah baik.
  6. Meningkatkan komunikasi manajemen antar departemen, karena terdapat kebijaksanaan, prosedur dan instruksi tertulis dari sistem manajemen lingkungan tersebut.
  7. Meningkatkan kualitas, karena manajemen akan mengendalikan dampak lingkungan yang mempengaruhi proses produksi.
  8. Memudahkan tugas-tugas manajemen, karena sistem manajemen lingkungan yang baik juga merupakan bagian dari sistem manajemen umum yang baik, dimana prosedur dan instruksi kerja tersedia.
  9. Meningkatkan tingkat keamanan dan keselamatan kerja, karena sistem manajemen lingkungan telah menampung hal ini.
  10. Meningkatkan image organisasi atau perusahaan di masyarakat.

Sumber:
Ariani, Wahyu. Manajemen Kualitas EKMA4265, Universitas Terbuka. Tangerang Selatan.

Perbandingan MBNQA, ISO 9000 dan ISO 14000 dalam dimensi tujuan dan mekanisme

Jelaskan perbandingan MBNQA, ISO 9000 dan ISO 14000 dalam dimensi tujuan  dan mekasnisme!
MBNQA : Dalam dimensi tujuan, MBNQA mempromosikan kesadaran kualitas, kesempurnaan kinerja dan perbaikan persaingan, penyebaran informasi dalam strategi pencapaian kinerja, dan manfaat yang telah dicapai. Dalam dimensi mekanisme, MBNQA terdapat self assessment, pengukuran dan audit kinerja, kualifikasi untuk kunjungan dan persaingan
ISO 9000 : Dalam dimensi tujuan, ISO 9000 secara efektif mendokumentasikan elemen sistem mutu untuk diterapkan atau dibutuhkan untuk menjamin kemampuan registrasi oleh an accredited third party. Dalam dimensi mekanisme, ISO 9000 terdapat pemilihan registrasi/agen sertifikasi, pemilihan standar, mengajukan manual kualitas, mengatur audit dan mendapatkan sertifikasi
ISO 14000 : Dalam dimensi tujuan, ISO 14000 membantu organisasi mencapai kinerja lingkungan dengan mengelola dan mengevaluasi aspek lingkungan kegiatan operasi. Registrasi third party dan/atau self declaration. Dalam dimensi mekanisme, ISO 14000 memilih registrasi/agen sertifikasi dan komisi lingkungan, melakukan penilaian lokasi dan mendapatkan sertifikasi.

Sumber:
Ariani, Wahyu. Manajemen Kualitas EKMA4265, Universitas Terbuka. Tangerang Selatan.

Pendanaan Sumber Internal dan Eksternal Berikut Contohnya.

Dalam melakukan investasi, perusahaan seringkali membutuhkan tambahan dana yang cukup besar, baik yang bersumber dari internal, maupun ekst...